Kedatangan anggota Majelis Pertimbangan Partai PAN, Hatta Rajasa, ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, masih menyisakan tanya. Meski dengan dalih urusan negara, ada dugaan Hatta mewakili Demokrat untuk menemui PDI Perjuangan.
"Mungkin saja begitu," kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Riski Sadig, Kamis (7/5) malam. Hal itu dikatakan Riski ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan Hatta Rajasa menjadi delegasi Demokrat untuk melakukan komunikasi politik dengan PDI Perjuangan.
Kendati demikian, Riski masih berprasangka baik. Bahwa pertemuan itu memang benar dalam rangka tugas negara dan bukan urusan partai. Yang pasti, secara institusi partai, tidak ada tugas dari PAN kepada Hatta untuk menemui Megawati.
"Tidak ada yang tahu isi pembahasan dalam pertemuan itu sampai sekarang. Hanya mereka berdua (Mega-Hatta) saja yang tahu," ujar Riski.
Riski pun baru mengetahui ada pertemuan itu setelah melihat pemberitaan dari media. Sehingga Riski tak tahu apa sebenarnya isi pertemuan tersebut yang sebenarnya.
Seperti diberitakan, calon wakil presiden dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, tiba-tiba mendatangi di kediaman pribadi Megawati Soekarnoputri, pada Rabu (6/5) lalu.
"Saya hanya bicara dan sampaikan bahwa status rumah ini sudah sebagai milik Ibu Mega," kata Hatta Rajasa usai bertemu sekitar satu jam dengan Megawati.
Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Pramono Anung, pertemuan itu tidak membahas soal koalisi. Tetapi ada hal yang lebih besar dari itu. Yakni, soal kepentingan bangsa. Pada dasarnya, PDI Perjuangan membuka komunikasi politik kepada siapapun. Apalagi dalam kondisi menjelang Pemilu Presiden.
"Tentu bukan kurang kerjaan kalau dia (Hatta) datang kesini," ujar Pramono. Dirinya mengakui, ada komunikasi politik yang sedikit dibahas dalam pertemuan antara Hatta-Megawati.
"Mungkin saja begitu," kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Riski Sadig, Kamis (7/5) malam. Hal itu dikatakan Riski ketika ditanyakan apakah ada kemungkinan Hatta Rajasa menjadi delegasi Demokrat untuk melakukan komunikasi politik dengan PDI Perjuangan.
Kendati demikian, Riski masih berprasangka baik. Bahwa pertemuan itu memang benar dalam rangka tugas negara dan bukan urusan partai. Yang pasti, secara institusi partai, tidak ada tugas dari PAN kepada Hatta untuk menemui Megawati.
"Tidak ada yang tahu isi pembahasan dalam pertemuan itu sampai sekarang. Hanya mereka berdua (Mega-Hatta) saja yang tahu," ujar Riski.
Riski pun baru mengetahui ada pertemuan itu setelah melihat pemberitaan dari media. Sehingga Riski tak tahu apa sebenarnya isi pertemuan tersebut yang sebenarnya.
Seperti diberitakan, calon wakil presiden dari Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, tiba-tiba mendatangi di kediaman pribadi Megawati Soekarnoputri, pada Rabu (6/5) lalu.
"Saya hanya bicara dan sampaikan bahwa status rumah ini sudah sebagai milik Ibu Mega," kata Hatta Rajasa usai bertemu sekitar satu jam dengan Megawati.
Menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Pramono Anung, pertemuan itu tidak membahas soal koalisi. Tetapi ada hal yang lebih besar dari itu. Yakni, soal kepentingan bangsa. Pada dasarnya, PDI Perjuangan membuka komunikasi politik kepada siapapun. Apalagi dalam kondisi menjelang Pemilu Presiden.
"Tentu bukan kurang kerjaan kalau dia (Hatta) datang kesini," ujar Pramono. Dirinya mengakui, ada komunikasi politik yang sedikit dibahas dalam pertemuan antara Hatta-Megawati.
Sumber : Vivanews.com






